Site icon Bedah Kardiovaskular

Aneurisma aorta – fakta yang jarang diketahui

Ilustrasi aneurisma aorta. Pembesaran aorta lebih besar dari 1,5 kali dari ukuran normalnya.

Aneurisma aorta adalah pembesaran pada aorta, lebih dari 1,5x ukuran normalnya. Aorta adalah pembuluh darah arteri besar yang pertama kali keluar dari jantung. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, aneurisma aorta bisa pecah dan menyebabkan kematian mendadak. Namun tidak perlu kuatir, penyakit ini bisa disembuhkan dengan operasi.

Aorta, arteri paling besar yang keluar dari jantung, bercabang ke arteri yang menuju ke leher-kepala-otak, kedua lengan, berbelok ke bawah menuju perut, bercabang ke arteri ginjal dan organ-organ di dalam perut, dan terakhir bercabang ke arteri yang menuju ke kedua tungkai.

Perhatikan gambar berikut ini untuk memahami yang dimaksud dengan aorta.

Bahaya aneurisma aorta

Sama seperti balon yang terus dipompa makin besar dan makin tipis, aneurisma aorta ini rawan pecah (ruptur). Jika pecah maka darah akan keluar secara mendadak dalam jumlah banyak ke dalam rongga tubuh.

Pecahnya aneurisma aorta merupakan salah satu penyebab kematian mendadak. Hampir sama seperti sudden death akibat penyakit jantung koroner.

Aneurisma aorta juga bisa menjadi diseksi aorta, yang gejalanya mirip serangan jantung dan dapat menyebabkan kematian mendadak akibat pecahnya aorta.

Angka kejadian

Angka kejadian Aneurisma Aorta Abdominalis (AAA), aorta di daerah perut, berkisar antara 3,9-7,7% pada laki-laki usia >65 tahun. Ini berdasarkan data di negara-negara di Amerika dan Eropa.

Terdapat kaitan yang erat antara penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) dengan aneurisma aorta. AAA ditemukan sebanyak 7,1% dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung-paru.

Ruptur aneurisma aorta merupakan 14 besar penyebab kematian di Amerika. Meskipun belum ada data penyakit aneurisma di Indonesia, penelitian di Borneo menunjukkan bahwa angka kejadian AAA di populasi Asia tidak berbeda dengan di negara barat.

Tanda dan gejala aneurisma aorta

Faktor risiko

Hal-hal yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini:

Faktor predisposisi

Individu dengan kondisi-kondisi berikut, besar kemungkinannya untuk mengidap penyakit ini:

Pemeriksaan penunjang

Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter, beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini dapat mendeteksi penyakit ini:

CT-scan aneurisma pangkal aorta
CT-scan AAA

Terapi

Operasi terbuka

Composite graft

Pada ilustrasi di atas tampak composite graft digunakan untuk mengganti katup aorta yang bocor beserta pangkal pembuluh darah aorta yang mengalami pembesaran (Bentall Procedure).

Operasi Endovaskular

Video animasi berikut ini menggambarkan operasi endovaskular untuk terapi AAA. Prosedur ini disebut Endovascular Aortic Aneurysm Repair (EVAR).

Video animasi EVAR

Penutup

Pembesaran pembuluh darah aorta sering kali muncul tanpa gejala sehingga sulit terdeteksi. Jika gejala sudah muncul, maka biasanya aneurisma sudah besar sekali dan sewaktu-waktu bisa pecah.

Sebaiknya jangan terlambat untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap dan terapi yang tepat. Jika terlambat, selain resiko pecah lebih besar, bisa terjadi komplikasi seperti gagal jantung atau penekanan organ lain. Kalau sudah demikian, penanganannya jadi lebih sulit lagi.


Share to Social Media
Exit mobile version