Aneurisma aorta – fakta yang jarang diketahui

Ilustrasi aneurisma aorta. Pembesaran aorta lebih besar dari 1,5 kali dari ukuran normalnya.

Last Updated on September 30, 2020 by Bagus Herlambang

Aneurisma aorta adalah pembesaran pada aorta, lebih dari 1,5x ukuran normalnya. Aorta adalah pembuluh darah arteri besar yang pertama kali keluar dari jantung. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, aneurisma aorta bisa pecah dan menyebabkan kematian mendadak. Namun tidak perlu kuatir, penyakit ini bisa disembuhkan dengan operasi.

Anatomi aorta dan kaitannya dengan jantung dan ginjal.

Aorta, arteri paling besar yang keluar dari jantung, bercabang ke arteri yang menuju ke leher-kepala-otak, kedua lengan, berbelok ke bawah menuju perut, bercabang ke arteri ginjal dan organ-organ di dalam perut, dan terakhir bercabang ke arteri yang menuju ke kedua tungkai.

Perhatikan gambar berikut ini untuk memahami yang dimaksud dengan aorta.

Gambar Aorta, pembuluh darah arteri besar yang keluar dari jantung, bercabang ke arteri yang menuju ke leher-kepala-otak, kedua lengan, berbelok ke bawah menuju perut, bercabang ke arteri ginjal dan organ-organ di dalam perut, dan terakhir bercabang ke arteri yang menuju ke kedua tungkai.

Bahaya aneurisma aorta

Sama seperti balon yang terus dipompa makin besar dan makin tipis, aneurisma aorta ini rawan pecah (ruptur). Jika pecah maka darah akan keluar secara mendadak dalam jumlah banyak ke dalam rongga tubuh.

Pecahnya aneurisma aorta merupakan salah satu penyebab kematian mendadak. Hampir sama seperti sudden death akibat penyakit jantung koroner.

Angka kejadian

Angka kejadian Aneurisma Aorta Abdominalis (AAA), aorta di daerah perut, berkisar antara 3,9-7,7% pada laki-laki usia >65 tahun. Ini berdasarkan data di negara-negara di Amerika dan Eropa.

Terdapat kaitan yang erat antara penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) dengan aneurisma aorta. AAA ditemukan sebanyak 7,1% dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung-paru.

Ruptur aneurisma aorta merupakan 14 besar penyebab kematian di Amerika. Meskipun belum ada data penyakit aneurisma di Indonesia, penelitian di Borneo menunjukkan bahwa angka kejadian AAA di populasi Asia tidak berbeda dengan di negara barat.

Tanda dan gejala aneurisma aorta

  • Tanpa gejala.
    Sering kali penyakit ini muncul tanpa gejala. Aneurisma terdeteksi pada saat pemeriksaan kesehatan karena penyakit lainnya, atau pada saat medical check-up. Misalnya pada pemeriksaan USG perut atau foto rontgent dada karena penyakit lain.
  • Suara serak.
    Bisa juga muncul sebagai suara serak yang muncul tiba-tiba pada usia dewasa. Ini karena aneurisma menekan saraf yang mengontrol pita suara. Saraf ini berjalan melingkari lengkung aorta.
  • Nyeri dada, punggung, atau perut.
  • Batuk atau sesak napas.
    Akibat pembesaran aneurisma menekan saluran napas atau paru-paru. Sesak napas juga bisa disebabkan oleh kebocoran katup aorta akibat pelebaran pangkal aorta.
  • Benjolan yang berdenyut di perut.
  • Bengkak pada tungkai.
    Jika sudah terjadi gagal jantung akibat kebocoran katup aorta.
  • Pelebaran area pembuluh darah besar pada foto rontgent toraks (dada).

Faktor risiko

Hal-hal yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini:

  • Usia
    Penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien dengan usia >65 tahun. Namun pasien-pasien dengan kelemahan jaringan ikat, bisa muncul pada usia dewasa muda.
  • Jenis kelamin.
    Lebih sering muncul pada laki-laki.
  • Merokok.
  • Hipertensi.

Faktor predisposisi

Individu dengan kondisi-kondisi berikut, besar kemungkinannya untuk mengidap penyakit ini:

  • Kelemahan jaringan ikat. Misalnya Sindrom Marfan, atau Sindrom Ehler-Danlos.
  • Atherosklerosis. Misalnya pasien-pasien dengan penyakit jantung koroner, atau penyempitan arteri di tungkai.
  • Fistula arteri koroner ke ruang jantung (adanya hubungan antara pembuluh darah koroner dengan ruang jantung). Hal ini bisa menyebabkan terjadinya aneurisma arteri koroner dan pembesaran ke pangkal lagi menjadi aneurisma pangkal aorta.

Pemeriksaan penunjang

Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter, beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini dapat mendeteksi penyakit ini:

  • Foto rontgent toraks (dada)
  • Echokardiografi (USG jantung)
  • USG abdomen (perut)
  • CT-scan
  • Angiografi aorta
  • MRI
Gambar CT-scan aneurisma pangkal aorta
CT-scan aneurisma pangkal aorta
Gambar CT Scan AAA
CT-scan AAA

Terapi

  • Berhenti merokok
  • Medikamentosa
    • Obat anti hipertensi
    • Beta bloker. Obat untuk memperlambat denyut jantung dan memiliki efek memperlambat pengembangan aorta.
    • Statin. Obat untuk menurunkan kadar kolesterol.
  • Operasi
    • Operasi terbuka.
      Perbaikan aneurisma dengan membuka dada atau perut melalui sayatan pada dinding dada atau perut.
    • Operasi endovaskular.
      Perbaikan dilakukan dengan memasang stent graft (selongsong) yang dimasukkan melalui pembuluh darah di paha. Prosedur ini dilakukan dengan sayatan kecil di paha.

Operasi terbuka

Root + ascending aortic aneurysm
Bentall procedure
Selongsong pembuluh darah buatan beserta katup mekanik (composite graft) untuk penggantian katup aorta dan pangkal pembuluh darah aorta.
Composite graft

Pada ilustrasi di atas tampak composite graft digunakan untuk mengganti katup aorta yang bocor beserta pangkal pembuluh darah aorta yang mengalami pembesaran (Bentall Procedure).

Operasi Endovaskular

Video animasi berikut ini menggambarkan operasi endovaskular untuk terapi AAA. Prosedur ini disebut Endovascular Aortic Aneurysm Repair (EVAR).

Video animasi EVAR

Penutup

Pembesaran pembuluh darah aorta sering kali muncul tanpa gejala sehingga sulit terdeteksi. Jika gejala sudah muncul, maka biasanya aneurisma sudah besar sekali dan sewaktu-waktu bisa pecah.

Sebaiknya jangan terlambat untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap dan terapi yang tepat. Jika terlambat, selain resiko pecah lebih besar, bisa terjadi komplikasi seperti gagal jantung atau penekanan organ lain. Kalau sudah demikian, penanganannya jadi lebih sulit lagi.


Share to Social Media

Published by Bagus Herlambang

A father, husband, photographer, musician, cardiac surgeon, in that sequence.

Tuliskan komentar Anda

%d blogger menyukai ini: